MAKALAH ILMU SOSIAL
DAN BUDAYA DASAR
PEWARISAN BUDAYA
TRADISI BUDAYA
LEBARAN ( BAJU LEBARAN )
Di ajukan untuk
memenuhi tugas ilmu sosial budaya dasar (ISBD)
Di
susun oleh :
Kelas
TI C
Alfi
Saeful Millah (1306014)
Asep
Setiawan (1306024)
Devi Rudiansyah
(1306038)
Fahrul
Siddik (1306048)
Hilmi
Solahudin (1306059)
Muhammad.
Adnan (1306093)
Muhammad
Ruslan (1306089)
Nita
Novianti Firmansyah (1306099)
Putri
Arianti Rahayu (1306105)
Reynaldy
Nugroho (1306113)
Rizaldi
(1306122)
Sheny
Puspita Indriyani (1306129)
Siti
Dini (1306130)
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No.2 Jayaraga Garut Telp/Fax. 0262
232773
KATA PENGANTAR
Puji Syukur serta solawat dan salam kita limpah curahkan
bak air yang mengalir kepada Allah swt dan nabi besar kita Muhammad SAW. Atas
berkat rahmat Allah yang maha esa dan karena karunia nya kita selaku mahasiswa
teknik informatika C mampu menyelesaikan tugas yang diberikan dengan sangat
lancar.
Tugas ini diberikan kepada kami untuk memenuhi kewajiban
kami selaku mahasiswa untuk dapat memahami materi khususnya dalam pewarisan
budaya. Disini kami menulis tentang pewarisan budaya yang menjamur dan sudah
mendarah daging di masyarakat Indonesia, yaitu budaya lebaran yang sudah
menjadi tradisi di Indonesia dan tidak lazim di nrgara lain. Lebaran di negara
Indonesia banyak sekali budaya yang bisa dibilang hanya sebuah pemborosan dan
agak jauh dari makna hari raya Idul fitri. Disini kita menceritakan setiap akar
permasalahan dan solusi yang diharapkan akan memberikan manfaat untuk umat
bangsa negara dan agama.
Seiring berkembangnya jaman dan teknologi kita harus
pandai-pandai memilih budaya yang mampu berdampak positif untuk kita semua,
kita hharus bisa memilih mengukur menimbang dan memutuskan hal yang baik bagi
kita selaku mahasiswa. Kami harap makalah ini mampu memberikan manfaat yang
sangat baik bagi kita semua selaku mahluk yang berfikir.
Dan kami berterima kasih atas segala bantuan yang tidak
disengaja maupun yang sengaja. Kami berterima ksih atas segala referensi yang
telah kami dapatkan di berbagai sumber. Maka dari itu kami ucapkan terima
kasih.
DAFTAR ISI
Kata
pengantar
Daftar
isi
BAB
1
Pendahuluan
Latar belakang
BAB
2
Pembahasan
1.mudik
2. halal bi halal
3. takbir keliling
4. ketupat lebaran
5. mengirim makanan
5. mengirim makanan
6. tunjangan hari raya
7. baju baru
8. ziarah kubur
9.rekreasi atau piknik
BAB
3
kesimpulan
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Lebaran atau hari raya Idul Fitri merupakan hari besar yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di dunia, karena dihari itu adalah hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan. Di Indonesia lebaran sudah merupakan suatu kebiasaan atau adat, dimana masyarakatnya sibuk menyiapkan semuanya, seperti makanan-makanan hari raya misalnya, ketupat, opor ayam, kue-kue kecil dan lain –lain.
Di hari lebaran masyarakat muslim di Indonesia biasanya melakukan mudik, yaitu orang yang bekerja di luar kota, dan akibat mudik tersebut jalan – jalan di Indonesia macet total. Pada hari lebaran setiap muslim saling bersilaturahmi dan saling maaf-memaafkan kesalahan masing-masing.
Liburan lebaran juga sering dijadikan moment untuk berkumpul dengan keluarga, saudara-saudara, bahkan kerabat jauh. Di hari-hari biasa, biasanya setiap orang sibuk dengan aktvitasnya masing-masing, sehingga jarang berkumpul dengan keluarga atau kerabat, jadi lebaran merupakan hari yang special sekali.
Di hari lebaran biasanya bahan-bahan makanan dan sembako harganya melonjak naik, tetapi karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat tak menghiraukannya lagi, bahkan membelinya lebih banyak dari biasanya.
Melihat kedaan ini, lebaran memang merupakan hari yang special sekali, karena dapat mempengaruhi tatanan hidup masyarakat, khusunya masyarakat Indonesia dari segi agama, segi sosial, dan budaya, serta segi ekonomi, maka dari itu saya tertarik ingin mengetahui lebih jauh tentang lebaran di tinjau dari ketiga segi. Dalam aspek kehidupan masyarakat Indonesia dan apa dampak terhadap lingkungan kehidupan kita semua, dan akan saya dokumentasikan dalam bentuk makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
Ada
beberapa kegiatan yang sudah menjadi tradisi lebaran bagi masyarakat Indonesia.
Tradisi lebaran ini sudah terjadi secara turun-temurun sebagai warisan budaya
bangsa yang masih belum terkikis oleh modernisasi jaman. Berikut ini kegiatan
yang sudah menjadi tradisi lebaran bagi masyarakat Indonesia
1. MUDIK
Ibarat sayur tanpa garam , demikian pula ibarat lebaran tanpa fenomena mudik. Tradisi pulang ke udik [pulang ke kampung] sebagai suatu tradisi untuk mengunjungi dan bersilaturahmi dengan para saudara, kerabat, handai tolan, yang ada di kampung (idenya memanfaatkan waktu libur lebaran yang cukup panjang dengan bersilaturahmi mengunjungi saudara, khususnya orang tua).
Mudik adalah tradisi terbesar di indonesia yang dilakukan oleh puluhan juta warganya setiap tahunnya.
2. HALAL BI HALAL
Lepas sholat ied , para tetangga saling menggunjungi dan saling bersalaman , berangkulan memohon maaf satu sama lain. Istri sungkem kepada suami , anak kepada orang tua , adik kepada kakak... adalah salah satu tradisi terindah dan mengharukan selama lebaran. Halal bi halal bahkan sekarang berkembang melalui media online tanpa mengurangi rasa silaturahmi satu apapun.
3. TAKBIR KELILING
Malam di akhir bulan ramadhan , semua orang menggaungkan takbir atas kemenangannya sebulan lebih menahan lapar dan hawa nafsu berpuasa dibulan ramadhan. Takbir di dengungkan di masjid-masjid bahkan keluar berarak-arakan , berpawai... bertakbir keliling berbagi kebahagiaan bersama.
4. KETUPAT LEBARAN
Biasanya setelah Sholat Idul Fitri maka sepulang Sholat Idul Fitri kita akan banyak menemui di rumah rumah hidangan ketupat lebaran, hidangan ini akan semakin maknyuss apabila disajikan dengan sayur godok campuran pepaya muda di potong kecil-kecil, tempe di potong dadu, kacang panjang di potong kecil kecil dan diberi kuah santan atau disajikan dengan sayur opor ayam, rendang/semur + kerupuk.
5. MENGIRIM MAKANAN
Saling mengirim makanan dalam wadah rantangan antara tetangga satu dengan tetangga lainnya (sebagai wujud saling terjalin-nya persaudaraan antara tetangga satu dengan tetangga lainnya)
Ibarat sayur tanpa garam , demikian pula ibarat lebaran tanpa fenomena mudik. Tradisi pulang ke udik [pulang ke kampung] sebagai suatu tradisi untuk mengunjungi dan bersilaturahmi dengan para saudara, kerabat, handai tolan, yang ada di kampung (idenya memanfaatkan waktu libur lebaran yang cukup panjang dengan bersilaturahmi mengunjungi saudara, khususnya orang tua).
Mudik adalah tradisi terbesar di indonesia yang dilakukan oleh puluhan juta warganya setiap tahunnya.
2. HALAL BI HALAL
Lepas sholat ied , para tetangga saling menggunjungi dan saling bersalaman , berangkulan memohon maaf satu sama lain. Istri sungkem kepada suami , anak kepada orang tua , adik kepada kakak... adalah salah satu tradisi terindah dan mengharukan selama lebaran. Halal bi halal bahkan sekarang berkembang melalui media online tanpa mengurangi rasa silaturahmi satu apapun.
3. TAKBIR KELILING
Malam di akhir bulan ramadhan , semua orang menggaungkan takbir atas kemenangannya sebulan lebih menahan lapar dan hawa nafsu berpuasa dibulan ramadhan. Takbir di dengungkan di masjid-masjid bahkan keluar berarak-arakan , berpawai... bertakbir keliling berbagi kebahagiaan bersama.
4. KETUPAT LEBARAN
Biasanya setelah Sholat Idul Fitri maka sepulang Sholat Idul Fitri kita akan banyak menemui di rumah rumah hidangan ketupat lebaran, hidangan ini akan semakin maknyuss apabila disajikan dengan sayur godok campuran pepaya muda di potong kecil-kecil, tempe di potong dadu, kacang panjang di potong kecil kecil dan diberi kuah santan atau disajikan dengan sayur opor ayam, rendang/semur + kerupuk.
5. MENGIRIM MAKANAN
Saling mengirim makanan dalam wadah rantangan antara tetangga satu dengan tetangga lainnya (sebagai wujud saling terjalin-nya persaudaraan antara tetangga satu dengan tetangga lainnya)
6. TUNJANGAN HARI RAYA
Biasanya di berikan kepada anak anak kecil, ketika bersilaturahmi (halal bi halal) dengan tetangga atau saudaranya dan biasanya juga di lakukan oleh perusahaan dengan memberikan tunjangan tersebut kepada karyawannya yang merayakan Hari Raya Idul Fitri (pelaksanaan dan tata caranya sudah di atur oleh pemerintah)
7. BAJU BARU
Biasanya di berikan kepada anak anak kecil, ketika bersilaturahmi (halal bi halal) dengan tetangga atau saudaranya dan biasanya juga di lakukan oleh perusahaan dengan memberikan tunjangan tersebut kepada karyawannya yang merayakan Hari Raya Idul Fitri (pelaksanaan dan tata caranya sudah di atur oleh pemerintah)
7. BAJU BARU
Kegiatan membeli baju baru ini sudah membudaya di masyarakat,
setiap hari lebaran baju yang dipakai mereka baju baru. Selain itu disetiap
menjelang Idul Fitri banyak dari para penjual yang menawarkan diskon atau
potongan harga yang besar sehingga ini juga menjadi daya tarik bagi para
pengunjung untuk membelinya. Tetapi bagi yang belum punya cukup uang untuk
membeli baju baru janganlah berkecil hati karena sebenarnya baju bukan syarat
wajib untuk merayakan hari raya Idul Fitri ini, melainkan untuk menyambut hari
lebaran ini adalah hati kita yang suci atau fitri, puasa satu bulan penuh dan
menjadi orang yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
8. ZIARAH KUBUR
Merupakan tradisi yang mengakar kuat di masyarakat selepas Sholat Idul Fitri - menggunakan moment di hari yang fitri untuk pergi ke makam [berziarah kubur] mendoakan para leluhur dan keluarga yang telah wafat.
9.REKREASI ATAU PIKNIK
Menghabiskan waktu libur dihari raya lebaran biasanya ada 2 yaitu saling mengunjungi rumah saudara dan berpergian ke tempat wisata. Tradisi ini membuat tempat-tempat wisata mendadak penuh dikunjungi orang-orang yang ingin menghabiskan waktu lebaran bersama keluarga.
BAB III
KESIMPULAN
Kegiatan membeli baju baru ini sudah
membudaya di masyarakat, setiap hari lebaran baju yang dipakai mereka baju
baru. Selain itu disetiap menjelang Idul Fitri banyak dari para penjual yang
menawarkan diskon atau potongan harga yang besar sehingga ini juga menjadi daya
tarik bagi para pengunjung untuk membelinya. Tetapi bagi yang belum punya cukup
uang untuk membeli baju baru janganlah berkecil hati karena sebenarnya baju
bukan syarat wajib untuk merayakan hari raya Idul Fitri ini, melainkan untuk
menyambut hari lebaran ini adalah hati kita yang suci atau fitri, puasa satu
bulan penuh dan menjadi orang yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
Solusinya bagi orang tua yang memiliki andil
besar dalam keluarga patutlah menanapkan pemahaman kepada anak-anak kita sedini
mungkin tentang makna dari idul fitri itu sendiri, karena pada fase itulah
anak-anak cenderung mudah untuk memahaminya. Saya rasa dengan memberikan
pemahaman-pemahaman seperti ini cukup mampu untuk bekal dia bila sesekali ada
temannya yang mengoloknya tidak punya baju lebaran maka spontanitas dia tidak
akan diam saja tetapi dia menjelaskan juga kepada teman-temannya merayakan idul
fitri tidak harus dengan baju baru.
BAB
IV
DAFTAR
PUSTAKA
\parent.com/tag/baju-baru-lebaran/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar