Pages

Rabu, 20 Mei 2015

Deret Berkala Persentase Penduduk Miskin di Garut 2006-2013 dan Peramalan Persentase Penduduk Miskin di Garut 2020





Deret Berkala Persentase Penduduk Miskin di Garut 2006-2013
dan Peramalan Persentase Penduduk Miskin di Garut 2020
     Intania Sintiani (1306066)

Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Tekhnologi Garut (STTG)
Jalan Mayor Syamsu No. 2,Telp. (0262) 232773, Tarogong Kidul – Garut 44151
1306066@sttgarut.ac.id
2015



ABSTRAK

Deret waktu adalah kumpulan data-data yang merupakan data historis dalam suatu periode waktu tertentu. Data yang dapat dijadikan deret waktu harus bersifat kronologis, artinya data harus memiliki periode waktu yang berurutan.
Yang akan dibahas kali ini adalah mengenai data persentase penduduk miskin di daerah Kabuten Garut. Mengapa ini menjadi salah satu topik yang menarik untuk dibahas karena salah satu hal yang perlu ditangani di negeri kita ini adalah mengenai kemiskinan. Mungkin dengan adanya sebuah pemaparan mengenai peramalan mengenai kemiskinan akan membantu dalam mempertimbangkan agar ada cara kedepannya untuk menekan angka kemiskinan khususnya di daerah Garut.
Dari data  yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Garut mengenai persentase penduduk miskin dari tahun 2006-2013 dapat diramalkan persentasenya 7 tahun kedepan dengan menggunakan deret waktu dan permalan menggunakan tren linear, kuadrat, dan eksponensial. Ternyata setelah dilakukan analisis terhadap ketiga trend tersebut, maka dapat diputuskan bahwa trend ter baik adalah dari trend eksponensial karena nilai errornya lebih kecil dari error yang lainnya yaitu 2,3872E+16. Dengan demikian dapat diketahui peramalan persentase penduduk miskin di Garut pada tahun 2020 adalah 8,03 %.
           


BAB I
PENDAHULUAN




1.1  Latar Belakang

Deret waktu (time series) dapat digunakan oleh suatu manajemen sebagai landasan untuk membuat keputusan baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Karena biasanya kejadian di masa yang lalu akan berlanjut di masa yang akan datang.
Deret waktu adalah kumpulan data-data yang merupakan data historis dalam suatu periode waktu tertentu. Data yang dapat dijadikan deret waktu harus bersifat kronologis, artinya data harus memiliki periode waktu yang berurutan.
Yang akan dibahas kali ini adalah mengenai data persentase penduduk miskin di daerah Kabuten Garut. Mengapa ini menjadi salah satu topik yang menarik untuk dibahas karena salah satu hal yang perlu ditangani di negeri kita ini adalah mengenai kemiskinan. Mungkin dengan adanya sebuah pemaparan mengenai peramalan mengenai kemiskinan akan membantu dalam mempertimbangkan agar ada cara kedeanyya untuk menekan angka kemiskinan khususnya di daerah Garut.        
Kata Kunci: Persentase, Miskin, Garut, trend, linear, kuadrat, eksponen

1.2  Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang di uraikan, maka permasalahan yang akan diidentifikasi dalam makalah ini yaitu:
1.      Bagaimana mencari data persentase kemiskinan di Garut dalam trend linear?
2.      Bagaimana mencari data persentase kemiskinan di Garut dalam trend kuadrat?
3.      Bagaimana mencari data persentase kemiskinan di Garut dalam trend eksponen?
4.      Bagaimana memilih trend terbaik yang sesuai dengan harapan?



1.3  Tujuan Masalah

Adapun tujuan penulisan makalah ini, yaitu untuk mengetahui:
1.      Data persentase kemiskinan di Garut dalam trend linear
2.      Data persentase kemiskinan di Garut dalam trend kuadrat
3.      Data persentase kemiskinan di Garut dalam trend eksponen
4.      Memilih trend terbaik yang sesuai dengan harapan






BAB II
LANDASAN TEORI

Deret waktu (time series) dapat digunakan oleh suatu manajemen sebagai landasan untuk membuat keputusan baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Karena biasanya kejadian di masa yang lalu akan berlanjut di masa yang akan datang.
Deret waktu adalah kumpulan data-data yang merupakan data historis dalam suatu periode waktu tertentu. Data yang dapat dijadikan deret waktu harus bersifat kronologis, artinya data harus memiliki periode waktu yang berurutan.
2.1 Komponen Deret Waktu
Terdapat empat komponen deret waktu, yaitu trend, siklus, musim dan tak beraturan (irregular). 
Trend (T) adalah deret waktu yang memiliki kecenderungan naik atau turun dalam jangka panjang yang nilainya cukup rata (smooth). Siklus (C) adalah deret waktu yang berkarakteristik nilai naik dan turun dalam satu periode yang lebih dari satu tahun.
Musim (S) adalah deret waktu yang memiliki pola perubahan nilai dalam kurun waktu satu tahun. Pola ini kemudian berulang pada tahun berikutnya.
Irregular (I) adalah deret waktu yang memiliki nilai naik turun tidak beraturan dan tidak dapat diprediksi


2.2 Trend Linier

Sering kali data deret waktu jika digambarkan ke dalam plot mendekati garis lurus. Deret waktu seperti inilah yang termasuk dalam trend linier.  Persamaan trend linier adalah sebagai berikut: Yt = a + bt
                          
Di mana Yt menunjukkan nilai taksiran Y pada nilai t tertentu. Sedangkan a adalah nilai intercept dari Y, artinya nilai Yt akan sama dengan a jika nilai t = 0. Kemudian b adalah nilai slope artinya besar kenaikan nilai Yt pada setiap nilai t. Dan nilai t sendiri adalah nilai tertentu yang menunjukkan periode waktu.

2.2.1 Metode Least Square

Untuk menentukan nilai Yt pada trend linier, kita dapat menggunakan metode least square. Persamaan umum least square adalah:  Yt = a + bt
Dengan nilai a dan b diperoleh dari formula:

2.3 Trend Kuadratik

Jika trend linier merupakan deret waktu yang berupa garis lurus, maka trend kuadratik merupakan deret waktu dengan data berupa garis parabola.

Persamaan untuk trend kuadratik adalah: Yt =  a + bt + ct2

 

2.4 Trend Eksponensial

Untuk mengukur sebuah deret waktu yang mengalami kenaikan atau penurunan yang cepat maka digunakan metode trend eksponensial. Dalam metode ini digunakan persamaan:  Yt = a . bt
Tetapi dalam melakukan perhitungannya, persamaan di atas dapat diubah dalam bentuk semi log sehingga memudahkan untuk mencari nilai a dan b


TREND EKSPONENSIAL

2. 5 Memilih Trend Terbaik

Untuk membuat suatu keputusan yang akan dilakukan di masa yang akan datang berdasarkan deret waktu diperlukan suatu metode peramalan yang paling baik sehingga memiliki nilai kesalahan yang cenderung kecil. Terdapat beberapa cara untuk menentukan metode peramalan mana yang akan dipilih sebagai metode peramalan yang paling baik. Antara lain mean square error (MSE), mean absolute error (MAE) dan mean absolute percentage error (MAPE). Berikut adalah formula untuk MSE, MAE dan MAPE:





BAB III
KERANGKA KERJA




Dalam penelitian kali ini kerangka kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1.      Memilih topik yang akan dibahas: Topik yang di pilih adalah mengenai persentase penduduk miskin di daerah Garut.
2.      Menentukan dan mengetahui kebutuhan informasi menegenai topik tersebut: topik ini dipilih karena menurut penulis, data dan peramalan mengenai kemiskinan ini sangat dibutuhkan untuk dijadikan tolok ukur kesuksesan pemerintahan dan untuk mengetahui serta mempersiapkan antsipasi agar angka kemiskinan di Garut harus terus dutekan angkanya.
3.      Mencari data deret waktunya yang sudah ada (fakta): data mengenai persentase penduduk miskin di daerah Garut ini diambil dari Badan Pusat Statistik Garut, yaitu data dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2013.
4.      Menentukan kapan waktu yang akan kita ramalkan: waktu yang ingin kita ketahui melalui peramlannya adalah persentase penduduk miskin di daerah Garut pada tahun 2020.
5.      Membuat analisis mengenai trend yang dapat dilakukan: analisis mengenai trend ini akan dilakukan dengan tiga trend yaitu dengan trend linear, kuadrat, dan eksponen.
6.      Memilih trend terbaik: dengan mebandingkan dari ketiga trend tersebut untuk menemukan fungsi mana yang akan dipakai untuk mengetahui persentase penduduk miskin di daerah Garut dengan peramalan yang errornya lebih sedikit.





BAB IV
HASIL dan PEMBAHASAN

4.1  Trend Linear
Untuk mencari persamaan Least Square, maka diperlukan nilai-nilai seperti pada tabel di bawah ini yang diperoleh dari rumus berikut:
a = ∑Y / n = 127,47 / 8 = 15,93375
b = ∑XY / ∑X2 =   -57,56/ 60 = -0,95933


YLinear = 15,93375 + (-0,95933X)
ELinear = (Y-Ylinear)2

Tahun
Y
X
XY
X2
Ylinear
ErrorL
2006
19,61
-4
-78,44
16
19,771083
0,02594784
2007
17,43
-3
-52,29
9
-0,9593333
338,1675804
2008
19,61
-2
-39,22
4
-173277,31
30031821835
2009
17,87
-1
-17,87
1
86639,211
7503256702
2010
13,94
1
13,94
1
4030,0928
16129483,57
2011
13,5
2
27
4
4030,6497
16137491,57
2012
12,72
3
38,16
9
47,061164
1179,315573
2013
12,79
4
51,16
16
19,450999
44,36890854
Jumlah
127,47

-57,56
60
-78492,031
37567347075

4.2  Trend Kuadrat
Untuk mencari persamaan trend kuadrat, maka diperlukan nilai-nilai seperti pada tabel di bawah ini.




YKuadrat = 86638,65+ (-0,55685X) + (4030,65X2)

EKuadrat = (Y-YKuadrat)2

Tahun
Y
X
XY
X2
X2Y
X4
YKuadrat
ErrorK
2006
19,61
-4
-78,44
16
313,76
256
151128,4921
22833894260
2007
17,43
-3
-52,29
9
156,87
81
4030,092832
16101463
2008
19,61
-2
-39,22
4
78,44
16
4093,397901
16595747,87
2009
17,87
-1
-17,87
1
17,87
1
16,62804087
1,542462486
2010
13,94
1
13,94
1
13,94
1
16,62804087
7,225563708
2011
13,5
2
27
4
54
16
102760,1391
10556871846
2012
12,72
3
38,16
9
114,48
81
122912,8307
15104437200
2013
12,79
4
51,16
16
204,64
256
16122,04188
259507996,1
Jumlah
127,47

-57,56
60
954
708
401080,2506
48787408521







4.3  Trend Eksponensial
Untuk mencari persamaan trend eksponensial, maka diperlukan nilai-nilai seperti pada tabel di bawah ini yang diperoleh dari rumus berikut:


YKuadrat = 15,68705 x 0,940986x

EEksponen = (Y-YEksponen)2

Tahun
Y
X
 log Y
X log Y
Yeksponen
ErrorE
2006
19,61
-4
1,29247759
-5,1699
20,0082288
0,15858615
2007
17,43
-3
1,24129739
-3,7239
18,8274645
1,95290695
2008
19,61
-2
1,29247759
-2,585
17,7163817
3,58579019
2009
17,87
-1
1,25212455
-1,2521
16,6708683
1,43791676
2010
13,94
1
1,14426277
1,14426
8554,24
72936724,1
2011
13,5
2
1,13033377
2,26067
-285753,6
8,1663E+10
2012
12,72
3
1,10448711
3,31346
154504783
2,3872E+16
2013
12,79
4
1,10687054
4,42748
7930,70596
62693393,1
Jumlah
127,47

9,56433131
-1,585
154235588
2,3872E+16


4.4  Memilih Trend Terbaik
Berikut ini merupakan hasil dari perhitungan ketiga trend:

Dapat diputuskan bahwa trend ter baik adalah dari trend eksponensial karena nilai errornya lebih kecil dari error yang lainnya yaitu 2,3872E+16. Dengan demikian dapat diketahui peramalan persentase penduduk miskin di Garut pada tahun 2020 adalah sebagai berikut:

Tahun
Y
X
2006
19,61
-4
2007
17,43
-3
2008
19,61
-2
2009
17,87
-1
2010
13,94
1
2011
13,5
2
2012
12,72
3
2013
12,79
4
2014
11,57
5
2015
10,89
6
2016
10,24
7
2017
9,64
8
2018
9,07
9
2019
8,53
10
2020
8,03
11

Jadi, persentase penduduk miskin di Garut pada tahun 2020 diperkirakan adalah ada 8,03%, yang merupakn hasil dari pendekatan berdasarkan trend ekponensial Y2020 = 15,68705 x 0,94098611 = 8,03445697.



BAB V
PENUTUP



5.1 KESIMPULAN

            Kesimpulannya, data  yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Garut mengenai persentase penduduk miskin dari tahun 2006-2013 dapat diramalkan persentasenya 7 tahun kedepan dengan menggunakan deret waktu dan permalan menggunakan tren linear, kuadrat, dan eksponensial. Ternyata setelah dilakukan analisis terhadap ketiga trend tersebut, maka dapat ditentukan trend yang terpilih adalah tren eksponensial dengan hasil sebagai berikut:

Tahun
Y
X
2006
19,61
-4
2007
17,43
-3
2008
19,61
-2
2009
17,87
-1
2010
13,94
1
2011
13,5
2
2012
12,72
3
2013
12,79
4
2014
11,57
5
2015
10,89
6
2016
10,24
7
2017
9,64
8
2018
9,07
9
2019
8,53
10
2020
8,03
11


DAFTAR PUSTAKA
Satria, Eri. 2015. Deret Berkala dan Peramalan.                 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar