Pages

Kamis, 25 Juni 2015

Tugas Observasi Blog - Sebelum dan Sesudah di Promosikan



Observasi Blog
Perbandingan Antara Blog Tugas dengan Blog Wirausaha
 Sebelum dan Sesudah di Promosikan
Statistika dan Probablitas
Intania Sintiani (1306066)


Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
2015



ABSTRAK



Pada kesempatan kali ini, yang penulis bahas adalah mengenai observasi blogger yang telah penulis buat. Blog yang telah penulis buat adalah meneganai tugas dan online shop. Blog tugas yang dibuat penulis umumnya berisi tentang tugas-tugas kuliah informatika dan khususnya tentang tugas-tugas mata kuliah Statistika dan Probabilitas. Sedangkan blog online shopnya menjual berbagai barang seperti sepatu, pakaian, kerudung, dan lain sebagainya.
Mengapa penulis ingin membandingkan antara blog tugas dengan wirausahanya? Itu dikarenakan berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penulis, ternyata yang lebih sering dikunjungi oleh pengunjung adalah kebanyakan pada blog tugas dibangding dengan blog wirausaha, itu dulu sebelum blognya di promosikan. Tetapi setelah dilakukan promosi mengenai blog tersebut maka dapat dilihat kenaikan statistik pengunjungnya yang meningkat lebih baik.

KATA KUNCI: observasi, tugas, online shop.



BAB I PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang

     Pembuatan blog tugas dan wirausaha yang dibuat oleh penulis ini merupakan salah satu yang melatarbelakangi pembuatan jurnal ini. Dengan adanya jurnal ini penulis ingin mengetahui bagaimana dunia blog itu sendiri, bagaiama caranya agar mengelola dua blog dengan bersamaan, kesulitan-kesulitan apa saja yang akan dihadapi oleh seorang blogger dalam menghadirkan banyak pengunjung ke blognya, kemudian sepserti apa blog harus dibuat agar menarik banyak pengunjung terutama apabila banyak yang tidak sekedar lewat di blognya saja tetapi juga meninggalkan sebuah atau beberapa komentar.

1.2  Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang di uraikan diatas, maka permasalahan yang akan diidentifikasi dalam jurnal ini yaitu:

1.      Blog apa yang dibuat?
2.      Bagaimana perkembangan blog yang dibuatnya?
3.      Bagaimana dengan statistic dari blog tersebut?
4.      Bagaiama perbandingan dari blog yang dibuat?

1.3  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini, yaitu untuk mengetahui bagaimana:
1.      Blog apa yang dibuat oleh penulis
2.      Perkembangan blog yang dibuat
3.      Statistik dari blog yang dibuat
4.      Perbandingan dari blog yang dibuat




BAB II LANDASAN TEORI



2.1  Definisi Observasi

Istilah observasi berasal dan bahasa Latin yang berarti ”melihat” dan “memperhatikan”. Istilah observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Observasi menjadi bagian dalam penelitian berbagai disiplin ilmu, baik ilmu eksakta maupun ilmu-ilmu sosial, Observasi dapat berlangsung dalam konteks laboratoriurn (experimental) maupun konteks alamiah. Observasi yang berarti pengamatan bertujuan untuk mendapatkan data tentang suatu masalah, sehingga diperoleh pemahaman atau sebagai alat re-checkingin atau pembuktian terhadap informasi / keterangan yang diperoleh sebelumnya.Sebagai metode ilmiah observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan fenomena-fenomena yang diselidiki secara sistematik. Dalam arti yang luas observasi sebenarnya tidak hanya terbatas kepada pengamatan yang dilakukan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengamatan tidak langsung misalnya melalui questionnaire dan tes.

2.2 Tujuan Observasi

Pada dasarnya observasi bertujuan untuk mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian dilihat dan perspektif mereka terlibat dalam kejadian yang diamati tersebut. Deskripsi harus kuat, faktual, sekaligus teliti tanpa harus dipenuhi berbagai hal yang tidak relevan.
Observasi perlu dilakukan karena beberapa alasan, yaitu:
1. Memungkinan untuk mengukur banyak perilaku yang tidak dapat diukur dengan menggunakan alat ukur psikologis yang lain (alat tes). Hal ini banyak terjadi pada anak-anak.
2. Prosedur Testing Formal seringkali tidak ditanggapi serius oleh anak-anak sebagaimana orang dewasa, sehingga sering observasi menjadi metode pengukur utama.
3. Observasi dirasakan lebih mudah daripada cara peugumpulan data yang lain. Pada anak-anak observasi menghasilkan informasi yang lebih akurat daripada orang dewasa. Sebab, orang dewasa akan memperlihatkan perilaku yang dibuat-buat bila merasa sedang diobservasi.
Tujuan observasi bagi seorang psikolog pada dasarnya adalah sebagai berikut :
1. Untuk keperluan asesmen awal dilakukan di luar ruang konseling, misalnya: ruang tunggu, halaman, kelas, ruang bermain.
2. Sebagai dasar/titik awal dari kemajuan klien. Dari beberapa kali pertemuan psikolog akan mengetahui kemajuan yang dicapai klien.
3. Bagi anak-anak, untuk mengetahui perkembangan anak-anak pada tahap tertentu.
4. Digunakan dalam memberi laporan pada orangtua, guru, dokter, dan lain-lain.
5. Sebagai informasi status anak/remaja di sekolah untuk keperluan bimbingan dan konseling.

2.3 Teknik Observasi

Ada tiga jenis teknik pokok dalam observasi yang masing-masing umumnya cocok untuk keadaan-keadaan tertentu, yaitu:
1.      Observasi Partisipan: Suatu observasi disebut observasi partisipan jika orang yang rnengadakan observasi (observer) turut ambil bagian dalam perikehidupan observer. Jenis teknik observasi partisipan umumnya digunakan orang untuk penelitian yang bersifat eksploratif. Untuk menyelidiki satuan-satuan sosial yang besar seperti masyarakat suku bangsa karena pengamatan partisipatif memungkinkankan peneliti dapat berkomunikasi secara akrab dan leluasa dengan observer, sehingga memungkinkan untuk bertanya secara lebih rinci dan detail terhadap hal-hal yang akan diteliti.
2.      Observasi Sistematik: Observasi sistematik biasa disebut juga observasi berkerangka atau structured observation. Ciri pokok dari observasi ini adalah kerangka yang memuat faktor-faktor yang telah di atur kategorisasinya lebih dulu dan ciri-ciri khusus dari tiap-tiap faktor dalam kategori-kategori itu.
3.      Observasi Eksperimental: Observasi dapat dilakukan dalam lingkup alamiah/natural ataupun dalam lingkup experimental. Dalam observasi alamiah observer rnengamati kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa dan perilaku-perilaku observe dalam lingkup natural, yaitu kejadian, peristiwa, atau perilaku murni tanpa adanya usaha untuk menguntrol. Observasi eksperimental dipandang sebagai cara penyelidikan yang relatif murni, untuk menyeidiki pengaruh kondisi-kondisi tertentu terhadap tingkah laku manusia. Sebab faktor-faktor lain yang mempengaruhi tingkah laku observee telah dikontrol secermat-cermatnya, sehingga tinggal satu-dua faktor untuk diamati bagaimana pengaruhnya terhadap dimensi-dimensi tertentu terhadap tingkah laku.




BAB III KERANGKA KERJA


            Dalam pembahasan kali ini, penulis melakuakan kerangka kerjanya adalah sebagai berikut:
1.      Membuat dua blog yaitu tentang tugas dan kewirausahaan
2.      Menambahkan pos-pos kedalam blog tersebut
3.      Mempromosikan blog yang telah dibuat melalui broadcast BBM dan FB
4.      Mengelola blog
5.      Memantau blog


BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN



44.1  Mengenai Blog

Blog yang dibuat oleh penuls adalah mengenai blog tugas dan blogkewirausahan. Blog tugas yang dibuatnya adalah mengenai tugas Blog tugas yang dibuat penulis umumnya berisi tentang tugas-tugas kuliah informatika dan khususnya tentang tugas-tugas mata kuliah Statistika dan Probabilitas. Sedangkan blog online shopnya menjual berbagai barang seperti sepatu, pakaian, kerudung, dan lain sebagainya.



44.2  Perkembangan Blog

4.2.1        Blog Tugas
Perkembangan dari blog tugas itu sendiri setiap ada pos yang di publikasikan, tidak semua pos itu ada yang mengunjungi, yang sering dikunjungi adalah menegenai postingan menegenai tugas Statistika dan Probablitias, hal ini disebabkan oleh rekan-rekan oenulis yang membutuhkan referernsi untik pengerjaan tugas yang sama juga dikerjakan oleh penulis.

4.2.2        Blog Wirausaha
Perkembangan blog wirausaha yang dinamai Intanias Coleection ini kebnayakan yang lebih sering dikunjunginya yaitu mengenai postingan sepatu. Hal ini disebabkan oleh postingan yang ada di blog tersebut satu-satunya yang ada atau baru diisi.

4.2  Perbandingan Statistik Sebelum di Promosikan
4.2.1        Statistik Pengunjung
1.      Tugas

2.      Wirausaha


4.2.2  Statistik Iktisar
1.      Tugas

2.      Wirausaha


4.2.3 Statistik Pos yang Sering di Kunjungi
1.      Tugas

2.      Wirausaha


4.2.4 Statistik Sumber Lalu Lintas
1.      Tugas

2.      Wirausaha


4.2.5 Statistik Komentar
Baik dari blog tugas maupun blog wirausaha tidak ada yang meninggalkan komentar satupun.

4.3  Perbandingan Statistik Setelah di Promosikan

4.3.1        Statistik Pengunjung Sebelum di Promosikan
1.      Tugas


2.      Wirausaha



 

1
4.3.2  Statistik Iktisar
1.      Tugas


2.      Wirausaha



4.3.3 Statistik Sumber Lalu Lintas
1.      Tugas


2.      Wirausaha



4.3.5 Statistik Komentar

                   Baik dari blog tugas maupun blog wirausaha tidak ada yang meninggalkan komentar satupun. Berdasrakan perbandingan antara blog tugas dengan wirausaha yang dibuat, yang lebih sering dikunjungi adalah blog tentang tugas-tigas disbanding dengan menegnai abkanwirausaha. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhinya adalah:

1.      Kebutuhan Pemirsa

Hal ini menjadi faktor yang mempengaruhi blog dikarenakan kebutuhan orang itu berbeda-beda dan sesuai dengan kebutuhannya, seperti halnya blog tugas yang lebih sering dikunjingi karena banyak yang memebutuhkannya itu tentang referedengrensi tugas dibanging dengan kebutuhan fashion yang dibutuhkannya itu kebanyakan menginginkan sesuatu hal yang tidak susah karena kebanyakan sekarang yang membuka online shop itu d BBM dan di FB karena hal itu dirasa lebih mudah dan banyak orang menggunakan aplikasi itu disbanding dengan blog.

2.      Kesiapan Blogger

Kesiapan dari seorang blogger juga harus dipertimbangkan agar blognya tetap konsisten dalam mengelolanya. Hal ini dibuktikan dengan apabila kita melakukan promosi, posting secara terur-menerus atau paling tidak konsisten makan kiya tidak akan kehilangan pemirsa secara drastis. Jika kita ingin serius dalam mengelola sebuah blog maka kita harus benar-benar mempunyai alokasi waktu yang benar-benar rutin jangan seenaknya ketika kita ingin membuka atau mengelola saja.

3.      Ketersediaan Fasilitas

Mengapa ketersediaan fasilitas menjadi seseuatu hal yang oenting dalam mengelola sebuah blog? Hal ini dikarenakan dalam mengelola blog itu kita harus selalu tetap aktif terutama demi kebutuhan wirausaha contohnya. Kita harus tetap aktif membuat postingan melakukan promosi kesam kemari dan itu semua dapat dilakukan apabila kita mempunyai fasilitas yang ememadai seperti PC dan quota internet. Hal inilah yang menjadi penghalang atau hambatan penulis dalam melakukan observasi bl;og ini. Mengapa tidak banyak postingan ataukah tidak banyak aktivitas yang dilakukan oleh blogger, karena ketidakmaksimalan fasilitas yang dimiliki oleh blogger itu sendiri.



BAB V PENUTUP

               5.1  KESIMPULAN

            Jadi, berdasarkan hasil dari observasi penulis mengenai blog dapat disimpulkan bahwa sebelum blog ini di promosikan blog tugas  dinilai lebih sukses dibanding dengan blog kewirausahaan. Tetapi setelah dilakukan banyak promosi d fb pemirsa lebih banyak mengunjungi ke blo wirausaha.




DAFTAR PUSTAKA

Satr      Satria, ,Eri. 2015. Statistik dan Probabilitas: Penyajian Data Numerik. STTG:Garut.
Satri     Satria,Eri. 2015. Statistik dan Probabilitas: Penyajian Tabel Frekuensi. STTG:Garut.
TarB     Budi. 2010. Pengertian Observasi.  http://mastarmudi.blogspot.com/2010/07/pengertian-observasi.html. 17 April 2015: 07.30.










Rabu, 20 Mei 2015

Deret Berkala Persentase Penduduk Miskin di Garut 2006-2013 dan Peramalan Persentase Penduduk Miskin di Garut 2020





Deret Berkala Persentase Penduduk Miskin di Garut 2006-2013
dan Peramalan Persentase Penduduk Miskin di Garut 2020
     Intania Sintiani (1306066)

Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Tekhnologi Garut (STTG)
Jalan Mayor Syamsu No. 2,Telp. (0262) 232773, Tarogong Kidul – Garut 44151
1306066@sttgarut.ac.id
2015



ABSTRAK

Deret waktu adalah kumpulan data-data yang merupakan data historis dalam suatu periode waktu tertentu. Data yang dapat dijadikan deret waktu harus bersifat kronologis, artinya data harus memiliki periode waktu yang berurutan.
Yang akan dibahas kali ini adalah mengenai data persentase penduduk miskin di daerah Kabuten Garut. Mengapa ini menjadi salah satu topik yang menarik untuk dibahas karena salah satu hal yang perlu ditangani di negeri kita ini adalah mengenai kemiskinan. Mungkin dengan adanya sebuah pemaparan mengenai peramalan mengenai kemiskinan akan membantu dalam mempertimbangkan agar ada cara kedepannya untuk menekan angka kemiskinan khususnya di daerah Garut.
Dari data  yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Garut mengenai persentase penduduk miskin dari tahun 2006-2013 dapat diramalkan persentasenya 7 tahun kedepan dengan menggunakan deret waktu dan permalan menggunakan tren linear, kuadrat, dan eksponensial. Ternyata setelah dilakukan analisis terhadap ketiga trend tersebut, maka dapat diputuskan bahwa trend ter baik adalah dari trend eksponensial karena nilai errornya lebih kecil dari error yang lainnya yaitu 2,3872E+16. Dengan demikian dapat diketahui peramalan persentase penduduk miskin di Garut pada tahun 2020 adalah 8,03 %.
           


BAB I
PENDAHULUAN




1.1  Latar Belakang

Deret waktu (time series) dapat digunakan oleh suatu manajemen sebagai landasan untuk membuat keputusan baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Karena biasanya kejadian di masa yang lalu akan berlanjut di masa yang akan datang.
Deret waktu adalah kumpulan data-data yang merupakan data historis dalam suatu periode waktu tertentu. Data yang dapat dijadikan deret waktu harus bersifat kronologis, artinya data harus memiliki periode waktu yang berurutan.
Yang akan dibahas kali ini adalah mengenai data persentase penduduk miskin di daerah Kabuten Garut. Mengapa ini menjadi salah satu topik yang menarik untuk dibahas karena salah satu hal yang perlu ditangani di negeri kita ini adalah mengenai kemiskinan. Mungkin dengan adanya sebuah pemaparan mengenai peramalan mengenai kemiskinan akan membantu dalam mempertimbangkan agar ada cara kedeanyya untuk menekan angka kemiskinan khususnya di daerah Garut.        
Kata Kunci: Persentase, Miskin, Garut, trend, linear, kuadrat, eksponen

1.2  Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang di uraikan, maka permasalahan yang akan diidentifikasi dalam makalah ini yaitu:
1.      Bagaimana mencari data persentase kemiskinan di Garut dalam trend linear?
2.      Bagaimana mencari data persentase kemiskinan di Garut dalam trend kuadrat?
3.      Bagaimana mencari data persentase kemiskinan di Garut dalam trend eksponen?
4.      Bagaimana memilih trend terbaik yang sesuai dengan harapan?



1.3  Tujuan Masalah

Adapun tujuan penulisan makalah ini, yaitu untuk mengetahui:
1.      Data persentase kemiskinan di Garut dalam trend linear
2.      Data persentase kemiskinan di Garut dalam trend kuadrat
3.      Data persentase kemiskinan di Garut dalam trend eksponen
4.      Memilih trend terbaik yang sesuai dengan harapan






BAB II
LANDASAN TEORI

Deret waktu (time series) dapat digunakan oleh suatu manajemen sebagai landasan untuk membuat keputusan baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Karena biasanya kejadian di masa yang lalu akan berlanjut di masa yang akan datang.
Deret waktu adalah kumpulan data-data yang merupakan data historis dalam suatu periode waktu tertentu. Data yang dapat dijadikan deret waktu harus bersifat kronologis, artinya data harus memiliki periode waktu yang berurutan.
2.1 Komponen Deret Waktu
Terdapat empat komponen deret waktu, yaitu trend, siklus, musim dan tak beraturan (irregular). 
Trend (T) adalah deret waktu yang memiliki kecenderungan naik atau turun dalam jangka panjang yang nilainya cukup rata (smooth). Siklus (C) adalah deret waktu yang berkarakteristik nilai naik dan turun dalam satu periode yang lebih dari satu tahun.
Musim (S) adalah deret waktu yang memiliki pola perubahan nilai dalam kurun waktu satu tahun. Pola ini kemudian berulang pada tahun berikutnya.
Irregular (I) adalah deret waktu yang memiliki nilai naik turun tidak beraturan dan tidak dapat diprediksi


2.2 Trend Linier

Sering kali data deret waktu jika digambarkan ke dalam plot mendekati garis lurus. Deret waktu seperti inilah yang termasuk dalam trend linier.  Persamaan trend linier adalah sebagai berikut: Yt = a + bt
                          
Di mana Yt menunjukkan nilai taksiran Y pada nilai t tertentu. Sedangkan a adalah nilai intercept dari Y, artinya nilai Yt akan sama dengan a jika nilai t = 0. Kemudian b adalah nilai slope artinya besar kenaikan nilai Yt pada setiap nilai t. Dan nilai t sendiri adalah nilai tertentu yang menunjukkan periode waktu.

2.2.1 Metode Least Square

Untuk menentukan nilai Yt pada trend linier, kita dapat menggunakan metode least square. Persamaan umum least square adalah:  Yt = a + bt
Dengan nilai a dan b diperoleh dari formula:

2.3 Trend Kuadratik

Jika trend linier merupakan deret waktu yang berupa garis lurus, maka trend kuadratik merupakan deret waktu dengan data berupa garis parabola.

Persamaan untuk trend kuadratik adalah: Yt =  a + bt + ct2

 

2.4 Trend Eksponensial

Untuk mengukur sebuah deret waktu yang mengalami kenaikan atau penurunan yang cepat maka digunakan metode trend eksponensial. Dalam metode ini digunakan persamaan:  Yt = a . bt
Tetapi dalam melakukan perhitungannya, persamaan di atas dapat diubah dalam bentuk semi log sehingga memudahkan untuk mencari nilai a dan b


TREND EKSPONENSIAL

2. 5 Memilih Trend Terbaik

Untuk membuat suatu keputusan yang akan dilakukan di masa yang akan datang berdasarkan deret waktu diperlukan suatu metode peramalan yang paling baik sehingga memiliki nilai kesalahan yang cenderung kecil. Terdapat beberapa cara untuk menentukan metode peramalan mana yang akan dipilih sebagai metode peramalan yang paling baik. Antara lain mean square error (MSE), mean absolute error (MAE) dan mean absolute percentage error (MAPE). Berikut adalah formula untuk MSE, MAE dan MAPE:





BAB III
KERANGKA KERJA




Dalam penelitian kali ini kerangka kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1.      Memilih topik yang akan dibahas: Topik yang di pilih adalah mengenai persentase penduduk miskin di daerah Garut.
2.      Menentukan dan mengetahui kebutuhan informasi menegenai topik tersebut: topik ini dipilih karena menurut penulis, data dan peramalan mengenai kemiskinan ini sangat dibutuhkan untuk dijadikan tolok ukur kesuksesan pemerintahan dan untuk mengetahui serta mempersiapkan antsipasi agar angka kemiskinan di Garut harus terus dutekan angkanya.
3.      Mencari data deret waktunya yang sudah ada (fakta): data mengenai persentase penduduk miskin di daerah Garut ini diambil dari Badan Pusat Statistik Garut, yaitu data dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2013.
4.      Menentukan kapan waktu yang akan kita ramalkan: waktu yang ingin kita ketahui melalui peramlannya adalah persentase penduduk miskin di daerah Garut pada tahun 2020.
5.      Membuat analisis mengenai trend yang dapat dilakukan: analisis mengenai trend ini akan dilakukan dengan tiga trend yaitu dengan trend linear, kuadrat, dan eksponen.
6.      Memilih trend terbaik: dengan mebandingkan dari ketiga trend tersebut untuk menemukan fungsi mana yang akan dipakai untuk mengetahui persentase penduduk miskin di daerah Garut dengan peramalan yang errornya lebih sedikit.





BAB IV
HASIL dan PEMBAHASAN

4.1  Trend Linear
Untuk mencari persamaan Least Square, maka diperlukan nilai-nilai seperti pada tabel di bawah ini yang diperoleh dari rumus berikut:
a = ∑Y / n = 127,47 / 8 = 15,93375
b = ∑XY / ∑X2 =   -57,56/ 60 = -0,95933


YLinear = 15,93375 + (-0,95933X)
ELinear = (Y-Ylinear)2

Tahun
Y
X
XY
X2
Ylinear
ErrorL
2006
19,61
-4
-78,44
16
19,771083
0,02594784
2007
17,43
-3
-52,29
9
-0,9593333
338,1675804
2008
19,61
-2
-39,22
4
-173277,31
30031821835
2009
17,87
-1
-17,87
1
86639,211
7503256702
2010
13,94
1
13,94
1
4030,0928
16129483,57
2011
13,5
2
27
4
4030,6497
16137491,57
2012
12,72
3
38,16
9
47,061164
1179,315573
2013
12,79
4
51,16
16
19,450999
44,36890854
Jumlah
127,47

-57,56
60
-78492,031
37567347075

4.2  Trend Kuadrat
Untuk mencari persamaan trend kuadrat, maka diperlukan nilai-nilai seperti pada tabel di bawah ini.




YKuadrat = 86638,65+ (-0,55685X) + (4030,65X2)

EKuadrat = (Y-YKuadrat)2

Tahun
Y
X
XY
X2
X2Y
X4
YKuadrat
ErrorK
2006
19,61
-4
-78,44
16
313,76
256
151128,4921
22833894260
2007
17,43
-3
-52,29
9
156,87
81
4030,092832
16101463
2008
19,61
-2
-39,22
4
78,44
16
4093,397901
16595747,87
2009
17,87
-1
-17,87
1
17,87
1
16,62804087
1,542462486
2010
13,94
1
13,94
1
13,94
1
16,62804087
7,225563708
2011
13,5
2
27
4
54
16
102760,1391
10556871846
2012
12,72
3
38,16
9
114,48
81
122912,8307
15104437200
2013
12,79
4
51,16
16
204,64
256
16122,04188
259507996,1
Jumlah
127,47

-57,56
60
954
708
401080,2506
48787408521







4.3  Trend Eksponensial
Untuk mencari persamaan trend eksponensial, maka diperlukan nilai-nilai seperti pada tabel di bawah ini yang diperoleh dari rumus berikut:


YKuadrat = 15,68705 x 0,940986x

EEksponen = (Y-YEksponen)2

Tahun
Y
X
 log Y
X log Y
Yeksponen
ErrorE
2006
19,61
-4
1,29247759
-5,1699
20,0082288
0,15858615
2007
17,43
-3
1,24129739
-3,7239
18,8274645
1,95290695
2008
19,61
-2
1,29247759
-2,585
17,7163817
3,58579019
2009
17,87
-1
1,25212455
-1,2521
16,6708683
1,43791676
2010
13,94
1
1,14426277
1,14426
8554,24
72936724,1
2011
13,5
2
1,13033377
2,26067
-285753,6
8,1663E+10
2012
12,72
3
1,10448711
3,31346
154504783
2,3872E+16
2013
12,79
4
1,10687054
4,42748
7930,70596
62693393,1
Jumlah
127,47

9,56433131
-1,585
154235588
2,3872E+16


4.4  Memilih Trend Terbaik
Berikut ini merupakan hasil dari perhitungan ketiga trend:

Dapat diputuskan bahwa trend ter baik adalah dari trend eksponensial karena nilai errornya lebih kecil dari error yang lainnya yaitu 2,3872E+16. Dengan demikian dapat diketahui peramalan persentase penduduk miskin di Garut pada tahun 2020 adalah sebagai berikut:

Tahun
Y
X
2006
19,61
-4
2007
17,43
-3
2008
19,61
-2
2009
17,87
-1
2010
13,94
1
2011
13,5
2
2012
12,72
3
2013
12,79
4
2014
11,57
5
2015
10,89
6
2016
10,24
7
2017
9,64
8
2018
9,07
9
2019
8,53
10
2020
8,03
11

Jadi, persentase penduduk miskin di Garut pada tahun 2020 diperkirakan adalah ada 8,03%, yang merupakn hasil dari pendekatan berdasarkan trend ekponensial Y2020 = 15,68705 x 0,94098611 = 8,03445697.



BAB V
PENUTUP



5.1 KESIMPULAN

            Kesimpulannya, data  yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Garut mengenai persentase penduduk miskin dari tahun 2006-2013 dapat diramalkan persentasenya 7 tahun kedepan dengan menggunakan deret waktu dan permalan menggunakan tren linear, kuadrat, dan eksponensial. Ternyata setelah dilakukan analisis terhadap ketiga trend tersebut, maka dapat ditentukan trend yang terpilih adalah tren eksponensial dengan hasil sebagai berikut:

Tahun
Y
X
2006
19,61
-4
2007
17,43
-3
2008
19,61
-2
2009
17,87
-1
2010
13,94
1
2011
13,5
2
2012
12,72
3
2013
12,79
4
2014
11,57
5
2015
10,89
6
2016
10,24
7
2017
9,64
8
2018
9,07
9
2019
8,53
10
2020
8,03
11


DAFTAR PUSTAKA
Satria, Eri. 2015. Deret Berkala dan Peramalan.